PNS Sekota Denpasar Dilatih Kebencanaan
Bencana datang bisa kapan saja dan dimana saja, yang dapat dilakukan hanya mengantisipasi sejak dini, hal itu pula yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar melaksanakan Pelatihan Kebencanaan kepada 50 PNS seluruh SKPD Kota Denpasar.
Kondisi Geografis, geologis dan hidrometeorologis Kota Denpasar berpotensi mengalami bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, angin kencang kebakaran dan bencana lainnya, yang sering disebut Panca Baya istilah Balinya. Maka Denpasar perlu dilindungi dari ancaman bencana. Perlindungan tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintah utamanya Pemkot Denpasar serta bersama-sama masyarakat dengan cara mengembangkan strategi mitigasi. Untuk itu Pemkot Denpasar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar (BPBD) melaksanakan pelatihan kebencanaan kepada PNS yang diharapkan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga apabila terjadi bencana minimal dapat memberikan informasi dan bersama-sama masyarakat mencegah serta menanggulangi bencana sehingga dapat meminimalisir kerugian harta benda dan korban jiwa. Demikian disampaikan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Pemerintahan Setda Kota Denpasar I Ketut Mardika saat pembukaan pelatihan pencegahan dan penanggulangan bencana bagi PNS Se-Kota Denpasar, Selasa (24/5) di Hotel Prada Bali Padang Galak Denpasar. Acara tersebut juga dihadiri Kapala Pelaksana BPBD Kota Denpasar I Made Sudhana Satrigraha, MSi, dan Pimpinan instansi terkait.
Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan erosi /abrasi pantai dan kenaikan air laut juga dimasukan sebagai jenis ancaman bencana dalam pesisir Kota Denpasar. Disamping itu kondisi kependudukan Kota Denpasar sangat mempengaruhi volume terjadinya bencana kebakaran, karena semakin banyak jumlah penduduk aktivitas masyarakat semakin kompleks sehingga kemungkinan terjadinya bencana sosial kebakaran sangat besar. Berdasarkan data BPBD Kota Denpasar bencana yang dominant terjadi adalah kebakara. Oleh karena itu untuk menyikapi permasalahan tersebut diharapkan semua komponen masyarakat bersma –sama ikut berpartisipasi dalam penanggulangan bencana di Kota Denpasar. Seperti yang dilaksanakan kali ini dengan memberikan pengetahuan kebencanaan kepada 50 orang PNS di lingkungan Pemkot Denpasar. Karena bencana tidak dapat diprediksi akan tetapi dapat dicerdasi, dicermati, kemudian disiasati maka diperlukan adanya kerjasama dengan instansi terkait, LSM, lembaga swasta dan masyarakat. Lebih lanjut dikatakan salah satu tanggung jawab pemerintah daerah yang paling penting dalam penyelenggaraan penangulangan bencana yaitu mengurangi risiko bencana sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan daerah dan masyarakatnya terhadap dampak bencana.
Sementara pelaksana teknis kegiatan diklat peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya bencana Kota Denpasar I Ketut Mudastra dalam laporannya mengatakan tujuan pelatihan penanggulangan benvcana bagi PNS sebagai langkah antisipasi dari aparatur Pemerintah Kota Denpasar bersama-sama masyarakat dan lembaga usaha dalam menanggulangi bencana. Disamping itu untuk mencetak kader yang handal serta professional dalam penanggulangan bencana. Peserta pelatihan berjumlah 50 orang PNS yang terdiri dari perwakilan di masing-masing SKPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Pelatihan berlangsung dari tanggal 23 sampai dengan 26 Mei 2011 bertempat di Hotel Prada Bali dengan materi pelatihan diantaranya teknik dasar pencegahan bencana atau penanggulangan kebakaran, MSPK dan menejemen penanggulangan bencana oleh BPBD Kota Denpasar, tanggap darurat bidang sosial, dan pencarian korban di air. Mudastra menegaskan.“dari pelatiahn ini diharapkan dapat memberikan informasi jika ada bencana yang terjadi serta menangani bencana di lapangan sehingga dapat meminimalisir kerugian harta benda dan korban jiwa,â€