Menu

Kegiatan Pelatihan dan Simulasi Penggunaan Sarana dan Prasarana Pasca Bencana Di Kota Denpasar Tahun 2011

  • Senin, 31 Oktober 2011
  • 1212x Dilihat
Dalam amanat Undang-Undang 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, memberikan amanat yang cukup berat bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), karena bertindak menjadi lembaga terdepan saat bencana terjadi di daerah. Kehadiran BPBD harus bersinergi dengan lembaga kebencanaan lainnya, serta selalu secara kontinyu melaksanakan pelatihan untuk peningkatan sumber daya manusianya, karena bencana tidak dapat ditebak, direncanakan dan diprediksi sebelumnya. BPBD bersama semua lembaga kebencanaan di daerah diharapkan selalu siap siaga. Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, dr. Made Sudhana Satrigraha, M.Si., mengatakan hal tersebut di sela-sela pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana dalam penggunaan sarana dan prasarana pascabencana, di pantai Matahari Terbit, Jumat (21/10) pagi sampai siang. ‘’Pelatihan ini sangat berguna bagi kami di BPBD serta hubungan kinerja kami dengan lembaga penanggulangan bencana lainnya, sepeti Tagana, PMI, SAR serta TNI dan Polri, serta beberapa lembaga lainnya di tingkat birokrasi pemerintahan, seperti Dinas Kesehatan. Pada intinya, ini sebagai peningkatan kapasitas kelembagaan bersama,’’ ungkap dr. Sudhana. Ditambahkannya, amanat yang cukup berat dari undang-undang kepada BPBD adalah harus mampu dalam situasi bencana sebagai koordinator, mengkomandoi serta sekaligus sebagai pelaksana. Tiga hal itu, jelas membuat BPBD harus siap setiap saat. ‘’Prinsip kenerja yang harus terukur dan terarah, dengan prinsip cepat, tepat dan tanggap bencana. Dalam sebuah kerangka besar, menciptakan masyarakat sehat, aman dan nyaman. Beban inilah yang kami harus jawab dengan terus meningkatkan diri,’’ pungkasnya. Sementara itu, pelaksana kegiana, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota, Made Prapta mengatakan kegiatan ini menyatukan semua potensi dan komponen yang ada di Kota Denpasar dan Bali umumnya. Dengan pelatihan dari teori dan simulai yang berupa praktik lapangan, dapat menambah pengetahuan anggota BPBD untuk kesiapan dalam melaksanakan tugas. Dalam simulai Jumat kemarin, skenario penanggulangan bencana banjir yang cukup besar melanda Kota Denpasar. Untuk mendapatkan air besar, diambil lokasi di pantai Matahari Terbit. Berawal sekitar pukul 11.00 siang, masyarakat melapor ke call centre 223333 telah terjadi banjir besar di Denpasar dan ada empat orang yang terseret arus. Untuk itu dikerahkan beberapa potensi lembaga kebencaan, PMI, SAR dan Dinas Kesehatan ikut bergabung bersama pasukan BPBD yang telah siaga 24 jam. Penyelamatan mulai dari mencari korban dengan perahu karet, membawanya ke tepi sampai pertolongan pertama serta membawanya ke posko bencana. Tenda darurat bencana dipasang, dapur umum dari Tagana pun dioperasikan. Sehingga simulasi ini menggambarkan kinerja bersama dalam mengatasi sebuah bencana yang kemungkinan muncul di Kota Denpasar.