Menu

KEBAKARAN HANGUSKAN 23 ARE BEDENG PEMULUNG

  • Rabu, 18 Mei 2011
  • 1565x Dilihat
Dalam sehari hampir bersamaan 3 kali kebakaran terjadi di Kota Denpasar, kebakaran yang pertama terjadi tanggal 14 Mei 2011 pukul 22:30 wita yang terjadi di Jalan Cok Agung Tresna Gg. Setra tepatnya di selatan Pura Dalem Yangbatu. Kejadian ini menimpa sekitar 42 kamar yang dihuni kurang lebih 15 KK, 81 jiwa, terbakar hanya karena gara-gara lilin. Lilin yang di taruh diatas lemari seorang penghuni yang bernama Paidi yang terjatuh dan merembet ke bedeng-bedeng sekitarnya. Paidi yang seharinya berjualan sate dan bensin ini tidak dapat mengendalikan api yang tiba-tiba membesar sehingga menghanguskan sekitar 23 are bedeng disekitarnya. Kerugian diperkirakan Rp. 200 juta lebih. Barang bekas yang terkumpul dan siap dikirim pun ikut ludes terbakar. Satu diantaranya sebuah motor mio ikut hangus. Api yang membesar membuat 7 unit mobil pemadam dari BPBD Kota Denpasar dan 2 unit mobil dari pemadam Badung diterjunkan ke lokasi. Dalam 4 jam api baru bisa dikuasi. Dari kejadian itu respon Pemerintah Kota Denpasar langsung menerjunkan 2 Tenda Pleton dari Tagana Kota Denpasar, sembako dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kota Denpasar, sedangkan dari PMI memberikan famili kita sejumlah 15 buah. serta dari Kepala Desa memberikan bantuan Beras dan Minyak Goreng serta Lampu penerangan, yang kesemuanya itu diberikan keesokan harinya melalui Kepala Desa yang disaksikan oleh Kalak BPBD Kota Denpasar dan dari Pihak Tagana dan PMI. Sementara setelah menangani kebakaran di Yangbatu, Pos Induk BPBD didatangi masyarakat yang melapor ada kebakaran di bengkel milik Faisol gara-gara mengisi bensin dan disambar api dari penambal bannya. Dengan sigap pihak BPBD Kota Denpasar memberikan pertolongan dengan menggunakan karung basah, karena api muncul di gerigen bensin miliknya. Kerugian besarpun dapat dihindari. Dan Kejadian hampir bersamaan terjadi Br. Ponjok Serangan yang disebabkan oleh Lampu sentir milik i Wayan Sudarma sekitar pukul 02.30 wita pada tanggal 15 Mei 2011, namun info masuk sekitar setengah jam dari kejadian, sehingga atap rumah miliknya habis total. Pemilik rumah dikenal pekerjaan kesehariannya sebagai pemulung. Rumah semi permanen yang luasnya 6 x 6 meter tersebut dapat diatasi setengah jam kemudian.