Diklat Tenaga Barisan Relawan Bencana (BALANA ) Angkatan ke 3 di Buka Walikota Denpasar
Semua komponen di lingkungan Pemkot Denpasar bahu membahu dalam penanganan bencana secara kompresensif, karena bencana tidak dapat diperkirakan kapan datangnya serta Kota Denpasar berada pada daerah rawan bencana.
Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menaruh harapan besar terhadap dilatihnya Barisan Relawan Bencana (Balana) di lingkungan Pemkot Denpasar.
Hal itu disampaikan Walikota Denpasar Rai Mantra saat membuka pelatihan Balana Kota Denpasar yang dilaksanakan Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, Senin (15/7) kemarin.
‘’Penanganan bencana tidak dapat kita lakukan sendiri-sendiri, harus bersama-sama dan komprehensif dengan berbagai komponen.
Pelatihan dan pembentukan Balana di Kota Denpasar ini, kami harapkan jadi tim reaksi cepat (TRC) di kalangan PNS Kota Denpasar untuk sigap, tanggap, dan ikut terjun dalam penanganan bencana. BPBD sebagai leding sector-nya, diharapkan dapat bekerja maksimal dengan peran serta Balana ini di masyarakat tempat tinggal dan SKPD mereka masing-masing,’’ ujar Walikota Rai Mantra.
Tim Balana yang merupakan hasil pemikiran Walikota Rai Mantra saat pulang dari Harvard ini, diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran
kewasdanaan bencana di kalangan PNS, kemudian masyakakat, dunia usaha dan sekolah. ‘’Sekolah juga harus didekati, dilatih secara berkesinambungan, baik komponen sekolah dan para siswanya. Ketika menangani bencana harus benar-benar siap dan siaga. Jika seluruh komponen ini, tanggap, saya yakin penanganan bencana dan dalam rangkan meminimalisir korban akan tercapai dengan baik,’’
pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, dr.
Made Sudhana Satrigraha didampingi Kabid II, Ketut Mudastra mengatakan
pelatihan Balana ini sudah tahap ketiga. Pembentukan Balana ini, sudah
dirasakan sangat efektif ketika bencana peran serta Balana sudah memberikan kontribusi positif terhadap BPBD Kota dan masyarakat. ‘’Peran serta bersama ini, sangat kami harapkan. Dengan demikian penanganan bencana dapat lebih cepat dan efektif,’’ ujarnya.
Pelatihan Balana dilaksanakan dari 15 – 17 Juli, dengan melibatkan 46 peserta dari seluruh SKPD yang ada di Pemkot Denpasar. Selain
mendapat materi pratek dari berbagai lembaga kebencanaan dan komunikasi radio.
Juga dilaksanakan kegiatan praktek penyelamatan dan penanggulangan bencana.