Menu

Denpasar Latih Petugas PSM Desa/Kelurahan Kesiapsiagaan Pasca Bencana melalui BPBD Kota Denpasar

  • Jumat, 04 April 2014
  • 1878x Dilihat

Dalam situasi bencana diperlukan managemen

krisis yang tepat dan terarah. Untuk itu, diperlukan latihan kesiapsiagaan sebelum

terjadi bencana, sehingga ketika terjadi bencana semua komponen masyarakat

diharapkan siap siaga dan mampu menggunakan saran dan prasarana penanggulangan

bencana. Dengan diadakan pelatihan dan simulasi penggunaan sarana dan prasarana

pascabencana kepada pekerja sosial dan masyarakat (PSM) Desa/Kelurahan se-Kota

Denpasar, diharapkan hal tersebut dapat tercapai.

Hal itu disampaikan Walikota Denpasar, IB

Rai Dharmawijaya Mantra yang diwakili, Kepada Bidang Rehabilitasi dan

Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, Made

Prapta, saat membuka pelatihan dan simulasi penggunaan sarana dan prasarana

pasca bencana BPBD Kota Denpasar kepada 43 orang PSM se-Kota Denpasar, di Hotel

Oranjje, Denpasar, Rabu (19/3).

Made Prapta menyampaikan, secara geografis

dan demografis Kota Denpasar merupakan daerah yang rawan bencana, baik yang

diakibatkan oleh alam, non alam dan ulah manusia, seperti kebakaran, gempa

bumi, tsunami, banjir, puting beliung, erosi/abrasi pantai, terorisme, komplik

sosial dan penyakit seperti rabies dan flu burung. Menjadi kota yang rawan

bencana, membuat Denpasar mencanangkan pelatihan untuk siap mengoperasikan

sarana dan prasanaran pada pasca bencana terjadi.

‘’Melalui pelatihan ini, kami berharap para

PSM dapat ikut melaksanakan penanggulangan bencana dengan sarana dan prasarana yang

telah tersedia, untuk mengevakuasi dan menolong korban apabila terjadi bencana.

Dengan demikian, jika terjadi bencana, masyarakat dapat pertolongan dengan

cepat dan tepat, dan dapat mengurangi resiko dan dampak yang ditimbulkan

bencana,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Nyoman

Suratnya mengatakan, tujuan pelatihan selain untuk meningkatkan kemampuan para

PSM se-desa/kelurahan di Kota Denpasar, juga dapat membantu tugas-tugas

penanggulangan bencana di Kota Denpasar. ‘’Selain teori, kami juga akan

mengadakan praktek langsung di lapangan,’’ ujarnya.

Sementara itu, seorang peserta dari Br.

Laplap Kauh, Desa Penatih Dangin Puri, Denpasar, Made Adnyana mengatakan

pelatihan yang diikutinya dirasakan sangat berguna untuk di desanya. Dia

berharap pelatihan seperti ini, secara berkala diadakan sehingga dapat melatih

rekan-rekan lainnya di desa. ‘’Dengan demikian, akan lebih banyak yang dapat

memahami dan mengerti dalam penanganan bencana dan pasca, serta dapat

menggunaka sarana dan prasarana yang ada,’’ pungkanya.