Dalam situasi bencana diperlukan managemen
krisis yang tepat dan terarah. Untuk itu, diperlukan latihan kesiapsiagaan sebelum
terjadi bencana, sehingga ketika terjadi bencana semua komponen masyarakat
diharapkan siap siaga dan mampu menggunakan saran dan prasarana penanggulangan
bencana. Dengan diadakan pelatihan dan simulasi penggunaan sarana dan prasarana
pascabencana kepada pekerja sosial dan masyarakat (PSM) Desa/Kelurahan se-Kota
Denpasar, diharapkan hal tersebut dapat tercapai.
Hal itu disampaikan Walikota Denpasar, IB
Rai Dharmawijaya Mantra yang diwakili, Kepada Bidang Rehabilitasi dan
Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, Made
Prapta, saat membuka pelatihan dan simulasi penggunaan sarana dan prasarana
pasca bencana BPBD Kota Denpasar kepada 43 orang PSM se-Kota Denpasar, di Hotel
Oranjje, Denpasar, Rabu (19/3).
Made Prapta menyampaikan, secara geografis
dan demografis Kota Denpasar merupakan daerah yang rawan bencana, baik yang
diakibatkan oleh alam, non alam dan ulah manusia, seperti kebakaran, gempa
bumi, tsunami, banjir, puting beliung, erosi/abrasi pantai, terorisme, komplik
sosial dan penyakit seperti rabies dan flu burung. Menjadi kota yang rawan
bencana, membuat Denpasar mencanangkan pelatihan untuk siap mengoperasikan
sarana dan prasanaran pada pasca bencana terjadi.
‘’Melalui pelatihan ini, kami berharap para
PSM dapat ikut melaksanakan penanggulangan bencana dengan sarana dan prasarana yang
telah tersedia, untuk mengevakuasi dan menolong korban apabila terjadi bencana.
Dengan demikian, jika terjadi bencana, masyarakat dapat pertolongan dengan
cepat dan tepat, dan dapat mengurangi resiko dan dampak yang ditimbulkan
bencana,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Nyoman
Suratnya mengatakan, tujuan pelatihan selain untuk meningkatkan kemampuan para
PSM se-desa/kelurahan di Kota Denpasar, juga dapat membantu tugas-tugas
penanggulangan bencana di Kota Denpasar. ‘’Selain teori, kami juga akan
mengadakan praktek langsung di lapangan,’’ ujarnya.
Sementara itu, seorang peserta dari Br.
Laplap Kauh, Desa Penatih Dangin Puri, Denpasar, Made Adnyana mengatakan
pelatihan yang diikutinya dirasakan sangat berguna untuk di desanya. Dia
berharap pelatihan seperti ini, secara berkala diadakan sehingga dapat melatih
rekan-rekan lainnya di desa. ‘’Dengan demikian, akan lebih banyak yang dapat
memahami dan mengerti dalam penanganan bencana dan pasca, serta dapat
menggunaka sarana dan prasarana yang ada,’’ pungkanya.
30 Oktober 2025
23 Januari 2026
22 Januari 2026