Menu

BPBD Denpasar Latih Karang Taruna se-Kota Denpasar

  • Sabtu, 13 April 2013
  • 1421x Dilihat
Dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, maka komponen yang mesti dirangkul dan dilatih adalah komponen dari masyarakat, sehingga tercipta masyarakat yang siaga dan tanggap akan bencana. Managemen pengelolaan kebencanaan yang efektif sangat diperlukan dalam penanganan bencana. Baikpra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Untuk mewujudkannya, diperlukan satu pelatihan yang melibatkan semua komponen. Dengan diadakan pelatihan dan simulasi penggunaan sarana dan prasarana pasca bencana yang dilaksanakan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana) Kota Denpasar, diharapkan hal tersebut dapat terwujud secara komprehensif. Hal itu disampaikan Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra yang diwakili Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Denpasar, dr. I Made Sudana Satrigraha,M.Si,ketika membuka pelatihan dan simulasi penggunaan sarana dan prasarana pasca bencana ( mewakili Walikota Denpasar ) kepada pengurus dan anggota Karang Taruna se-Kota Denpasar, Jumat (12/4) kemarin. Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar,menyampaikan, secara geografis dan demografis Kota Denpasar merupakan daerah yang rawan bencana, baik yang diakibatkan oleh alam, atau non alam maupun oleh ulah manusia, seperti kebakaran, gempa bumi, tsunami, banjir, puting beliung, erosi/abrasi pantai, terorisme, konflik sosial dan penyakit seperti rabies dan flu burung. Melalui pelatihan ini, para anggota Karang Taruna secara teknis dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta tanggap akan bencana, termasuk mengoperasikan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana yang digunakan untuk mengevakuasi dan menolong korban apabila terjadi bencana. ‘’Dengan demikian, jika terjadi bencana, masyarakat dapat pertolongan dengan cepat dan tepat, dan dapat mengurangi resiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana. Sementara itu, dalam pembukaan yang dihadiri oleh SKPD di lingkungan Pemkot Denpasar, komponen dan lembaga yang berkaitan dengan kebencanaan di Bali, Menurut Ketua panitia, Drs.Made Prapta ( Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Denpasar), menyampaikan laporannya. Pelatihan diikuti oleh 43 peserta dari anggota maupun pengurus Karang Taruna se-Kota Denpasar. Diadakan selama tiga hari dari, Jumat sampai Minggu, 12 s.d. 14 April 2013. Materi yang disampaikan selain teori, juga diberikan praktek dalam simulasi evakuasi korban di air(baik bencana banjir ataupun tsunami ) yang dilaksanakan pada akhir pelatihan.Adapun tujuan dilaksanakan pelatihan ini, adalah Karang Taruna paham dan mengerti dalam penanggulangan bencana, sehingga dengan taktis tiap bencana yang muncul dapat dikerjakan dengan sebaik-baiknya