Banjir tanggal 08 Nopember 2011 di Kota Denpasar
Denpasar kembali di terjang hujan deras, banjir kiriman dari bali utara membuat Denpasar ketiban air bah tanggal 8 Nop 2011, selain menelan korban jiwa (Moh Alvin 29th yang beralamat di Jalan Nusa Kambangan gang Dahlia Denpasar)juga kerugian material. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar memperkirakan kerugian akibat bencana banjir tersebut mencapai Rp. 5.276.783.500,00.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar dr. Sudhana Satrigraha, M.Si didampingi Kasubag Pemberitaan Humas dan Protokol Dewa Gede Rai, Jumat (11/11) kemarin mengatakan, kerugian ini akibat banyak fasilitas umum dan infrastruktur di Denpasar mengalami kerusakan. "ini sudah dihitung berdasarkan bangunan yang mengalami kerusakan," katanya.
Banjir juga merusakan jembatan Mandala Wangi, yang menghubungi Jalan Pulau Biak - Jalan Nusa Kambangan. Jembatan yang dibuat tahun 1993 kerja sama TNI dan masyarakat tak kuat menahan air Tukad Badung, sehingga bagian ujungnya tergerus dan putus.
Selain sebuah jembatan jebol, enam SD di Kota Denpasar juga terendam banjir dan beberapa temboknya jebol. Antara lain SD 11 dan SD 6 Peguyangan, dimana kedua tembok penyengker sekolah tersebut jebol. Sedangkan empat SD lainnya hanya terendam banjir, seperti SD 1 Sanur, SD 9 Padangsambian, SD 11 Padangsambian dan SD 21 Dauh Puri.
Sedangkan rumah penduduk yang menjadi korban banjir tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya di Banjar Pengiasan, Dauh Puri Kauh 15, unit Banjar Catur Panca, Kelurahan Dauh Puri 80 KK, Banjar Pekambingan Dauh Puri 20 KK, di Perumahan Geria Selaras, Banjar Tegal Kangin Ubung Kaja 21 KK, di Perumahan Bina Mulia Banjar Mertha Gangga Ubung Kaja 55 KK, Banjar Dualang Peguyangan Kaja 30 KK, Banjar Batur Peguyangan Kaja 5 KK, Banjar Gunung Sari Padangsambian Kaja 42 KK dan di Banjar Umaklungkung, Padangsambian Kaja 13 KK. Disamping itu 60 kios di Pasar Kumbasari juga terendam banjir.
Banjir juga menghancurkan banyak senderan sungai diantaranya Tukad Badung dan Tukad Mati.